Minggu, 10 Maret 2013

Adakah Dalil Hukumnya 'Pacaran'?

Semula penulis blog berniat menuliskan judulnya seperti ini: Apakah Dalil Hukumnya 'Pacaran'? Tetapi segera penulis blog ubah menjadi: Adakah Dalil Hukumnya 'Pacaran'?. Ada alasannya, tentu saja. Penulis blog khawatir jika judulnya dimulai dengan kata tanya 'apakah' mengandung pengertian bahwa pacaran itu sesuatu yang biasa di jaman sekarang ini, seperti tercermin dalam ungkapan berikut ini, "Hare gene gak pernah pacaran? Gak gaul lah yach!" Lebih aman jika kata tanya 'apakah' diganti dengan kata tanya 'adakah' yang mengandung arti bahwa pacaran itu bisa saja dikatakan sebagai sesuatu yang biasa tetapi disertai pengertian bukan sebagai suatu 'keharusan' agar dikatakan gaul alias tidak ketinggalan jaman.

Pengertian Dalil Naqli dan Dalil Aqli

Berbicara mengenai dalil hukum, dari jaman dulu sampai sekarang ini, berdasarkan pengamatan penulis blog, sebenarnya tidak pernah terlepas dari pengertian mengenai dalil naqli dan dalil aqli. Ini adalah dasarnya. Apakah dalil naqli itu? Apakah dalil aqli itu? Mari kita membahas hal yang paling mendasar ini terlebih dahulu secara bersama-sama, termasuk mengenai perbedaan di antara kedua 'kubu' dalil itu.

Dalil naqli adalah dalil yang mengambil sumbernya dari al-Qur'an dan Hadits. Ini adalah sesuatu yang jelas untuk diketahui. Jika kita mendengar sebuah atau sejumlah dalil yang dikutipkan dari al-Qur'an maupun Hadits, maka itulah yang disebut dengan dalil naqli.

Adapun dalil aqli adalah dalil yang mengambil sumbernya dari 'akal sehat'. Dalil ini terbagi dua berdasarkan cara penetapannya. Yang pertama adalah dalil aqli yang diturunkan dari satu atau beberapa dalil naqli, dan yang kedua adalah dalil aqli yang diturunkan dari akal sehat semata. Menurut Imam Malik ..., menurut Imam Syafi'i ..., menurut kesepakatan para ulama ..., termasuk menurut fatwa MUI ..., dan menurut lain sebagainya, adalah contoh-contoh dari dalil aqli ini. Namun demikian pendapat dari dokter, ahli gizi, penemuan ilmiah, ataupun catatan penjelajahan dunia, bisa juga dikatakan sebagai dalil aqli juga meskipun yang mengungkapkannya bukan seorang ahli agama dan penetapannya hanya berdasarkan pertimbangan akal sehat semata-mata (tidak diturunkan dari dalil naqli). Hal ini dikarenakan pengertian dalil aqli ini yang luas yang bisa mencakup akal sehat siapa saja, bahkan tetangga ataupun teman kita sendiri kalau dalil yang mereka ungkapkan itu memang bersumber dari akal sehat. Ini adalah sesuatu yang sering menjadi perdebatan, tetapi justru dari sinilah banyak dilahirkan beragam pemikiran tentang keislaman itu yang tercermin dari bermunculannya madzhab-madzhab yang bermacam-macam itu.

Nah, dari penjelasan di atas mengenai definisi dalil naqli dan dalil aqli, kita bisa melihat dengan jelas bahwa perbedaan di antara dua dasar penetapan hukum itu adalah terletak pada sumber pengutipannya. Di samping itu kita juga bisa melihat bahwa dalil aqli adalah dalil yang menarik untuk dibahas dikarenakan beragamnya latar belakang pemikiran manusia itu sendiri, dan yang sering menjadi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari kita ini adalah mengenai dalil aqli ini.

Pacaran dan Dalil Hukumnya

Apakah pacaran itu? Banyak sekali definisi tentang pacaran ini, silakan para blogger surfing sendiri untuk mencari tahu apa definisi dan arti dari pacaran itu. Namun dari sekian banyak definisi itu penulis blog mengambil kesimpulan secara umumnya saja, yaitu bahwa pacaran itu adalah suatu kegiatan menjalin hubungan cinta di antara dua orang laki-laki dan perempuan yang dilakukan sebelum pernikahan.

Menarik untuk dikutip di sini adalah parnyataan seorang blogger berikut ini:
Saya tidak bisa langsung meyakini pacaran itu HARAM, karena ada sebagian yang berpendapat didalam Al-Qur’an maupun Al-Hadist, tidak ditemukan dalil yang berbunyi “Dan janganlah kamu sekalian menjalin hubungan kasih sebelum menikah” (http://siapmenikah.com/info/hukum-pacaran-menurut-islam-halal-haram-atau-syubhat)

Kenyataannya di dalam ajaran Islam memang tidak ada ajaran untuk menutup diri dalam pergaulan ataupun tradisi 'memingit' sebelum datangnya masa pernikahan. Namun demikian tidak juga ajaran Islam itu membiarkan saja segala sesuatunya sebebas-bebasnya.

Berikut juga merupakan kutipan yang berasal dari sumber yang sama yang mengandung batasan-batasan dalam ajaran Islam itu:

Ketika para pejuang dakwah mengatakan pacaran itu HARAM! HARAM! HARAM! Namun dalam blog tersebut si empunya bilang PACARAN ITU BOLEH! BOLEH! BOLEH! Asal pake label “ISLAMI”, namun karena yang sedang saya cari adalah KEBENARAN, KEBENARAN yang datangnya dari Allah, maka saya percaya pacaran itu HARAM dengan alasan:

1. Qur’an surat An-nur 30,31,32,33, tentang perintah menjaga pandang├án, perintah menikah bagi yang sudah mampu, dan perintah menjaga kesucian sampai Allah memampukan kita dengan karunia-Nya.

2. Qur’an surat Al-Isra ayat 32, tentang perintah menjauhi zina. Sudah jelas jika zina itu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk, maka dari itu sebelum itu terjadi Allah memperingatkan kita untuk menjauhi. Sedangkan dalam hubungan asmara, segala aktivitasnya adalah jalan menuju zina.

3. Hadist-hadist Rasulullah yang melarang khalwat, melarang menyentuh non mahram, melarang wanita memerdukan suaranya dihadapan non mahram.

Ini sekaligus merupakan contoh pengutipan beberapa dalil naqli yang ada hubungannya dengan masalah pacaran, sedangkan pernyataan "saya percaya pacaran itu HARAM" merupakan contoh dalil aqli yang penetapannya diturunkan dari sejumlah dalil naqli.

Kesimpulan

Mempertimbangkan beberapa dalil naqli dan aqli yang ada, penulis blog berkesimpulan bahwa pacaran itu adalah konsep yang tidak ada dalam ajaran Islam sehingga tidak ada dalil hukumnya baik secara naqli maupun secara aqli. Islam tidak pernah mendorong, apalagi mengajarkan, umat manusia untuk berpacaran dulu sebelum menikah, walaupun Islam tidak pernah melarang umat manusia, baik disengaja ataupun tidak, menemukan dan membuat konsep-konsep yang baik.

Mengenai bagaimana pendapat penulis sendiri tentang pacaran ini, penulis juga, dengan sangat hati-hati sekali, berusaha untuk tidak mengeluarkan sebuah pernyataan yang intinya mendorong kegiatan pacaran itu. Penulis tidak menuduh, tetapi memang mendakwa, bahwa konsep pacaran itu tidak berasal dari orang-orang Islam. Nah, karena konsep ini tidak berasal dari umat Islam, tentunya akan diragukan mengenai keabsahan keislamannya, dikarenakan hanya semata-mata menggunakan akal sehat sebagai dalil hukumnya.

Namun demikian penulis juga menyadari bahwa peran akal sehat memang banyak sekali di dalam peradaban umat manusia. Penemuan lampu pijar oleh Edison misalnya, meskipun Edison bukan orang Islam, sangat berguna dan bermanfaat di dalam kehidupan sehari-hari. Karena penemuan Edison yang merupakan orang Amerika inilah sekarang banyak dibuat orang lampu listrik yang semakin baik sehingga memungkinkan umat manusia bisa beraktifitas di malam hari yang gelap ataupun di tempat-tempat yang kekurangan sinar matahari (dalam sebuah goa bawah tanah misalnya). Demikian pula dengan ditemukannya konsep mengenai demokrasi oleh orang non-Islam, umat manusia bisa menyelenggarakan jalannya pemerintahan dengan sebaik-baiknya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Bagaimana dengan konsep pacaran? Apa yang disumbangkan oleh konsep ini bagi peradaban umat manusia? Pada prinsipnya, dalam hubungan berpacaran itu dikenal istilah semakin baik dari hari kemarin, yaitu semakin hari semakin bertambah baik dan dewasa. Nah, sebagai tolok ukur perkembangan kedewasaan diri, konsep berpacaran ini sangat berguna. Di sana kita bisa berintrospeksi terhadap diri sendiri untuk menjadi lebih baik dan lebih dewasa dibanding dengan hari-hari yang lalu. Nah, atas dasar pertimbangan ini penulis blog mengusulkan istilah 'transparansi' dalam hal berpacaran ini. Karena pacaran itu adalah merupakan sebuah konsep yang berdasarkan akal sehat semata, maka di dalam mengajukan sebuah konsep tentang pacaran ini, hendaknya ada transparansi ataupun kejelasan yang sejelas-jelasnya, terutama mengenai batas-batas halal-haramnya.

Bagaimanapun juga akal sehat tetaplah akal sehat. Ia masih perlu dibimbing dan diarahkan baik oleh al-Qur'an dan Hadits karena apa yang menurut akal sehat itu baik dan benar, belum tentu baik dan benar menurut ajaran Islam. Marilah kita bersama-sama meninjau ulang kembali konsep-konsep kita (yang tidak hanya mengenai pacaran saja) yang kita anggap baik untuk segera membenahinya jika ditemukan hal-hal yang bisa menuntun kita pada perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama kita, yaitu agama Islam ini. Dan apabila diperlukan, mintalah bimbingan dan petunjuk dari al-Qur'an dan Hadits. Bagaimana menurut para blogger?

Rabu, 06 Maret 2013

Belajar Mensyukuri Sebuah Karunia

The gift of tongue. Begitulah istilah bahasa asingnya. Menurut pemahaman istilah ini kemampuan manusia dalam berbahasa itu dipandang sebagai sebuah karunia yang sepatutnya kita syukuri. Akan tetapi, sudahkah kita memahami bagaimana mengekspresikan rasa syukur terhadap sebuah karunia itu?

Di antara para blogger tentunya memiliki pengalaman sendiri-sendiri tentang bahasa ini. Demikian juga penulis blog ini. Nah, berdasarkan pengalaman penulis blog dalam berbahasa ini, penulis blog menemukan ada satu hal penting yang sering diabaikan orang dalam hal belajar bahasa asing itu. Dalam ilmu bahasa atau linguistics hal penting yang penulis blog maksudkan itu dikenal dengan istilah pronunciation.

Apakah yang dimaksud dengan pronunciation itu? Ini bisa kita terjemahkan sebagai pelafalan bunyi yang dalam istilah tata bahasa Arabnya dikenal dengan nama makhraj. Kalau kita mengamati bahasa-bahasa yang pernah kita pelajari, kita akan menemukan bahwa tiap bahasa itu memiliki perbendaharaan bunyi yang berbeda, di mana satu dengan yang lainnya tidak selalu sama jumlahnya. Di dalam bahasa Arab misalnya, kita tidak akan menemukan bunyi v. Bunyi v sendiri mengalami pronunciation yang berbeda-beda. Dalam bahasa Inggris, bunyi v ini lebih mendekati pelafalan bunyi w yang tebal, sedangkan dalam bahasa Indonesia huruf ini lebih mirip pelafalannya dengan bunyi f.

Mengapa pronunciation ini penting? Pronunciation ini menjadi penting dikarenakan bisa menjadi petunjuk tentang sejauh mana 'keterasingan' kita terhadap bahasa yang lain selain dari bahasa ibu dan bahasa pergaulan kita. Contoh sederhananya adalah apabila kita mendengar ada yang mengucapkan istilah asing dengan pelafalan yang kaku, maka bisa kita ketahui bahwa orang tersebut memiliki tingkat keterasingan yang cukup tinggi dengan bahasa asing yang merupakan asal dari istilah asing yang diucapkannya itu.

Untuk mengetahui sampai sejauh mana para blogger merasa 'asing' dengan bahasa Inggris itu, cobalah melafalkan kata-kata berikut ini:

  • shape
  • come
  • path

Merasa kesulitan? Inilah tricknya.

Dalam bahasa Inggris bunyi 'sy' dieja dengan 'sh'. Jadi untuk kata shape di atas, kita mengucapkan 'sh' dengan 'sy'. Ini untuk kata shape.

Sedangkan untuk come, huruf 'c' diucapkan seperti 'k' yang disertai dengan letupan atau ledakan.

Bagaimana dengan path? Dalam bahasa Inggris bunyui 'ts' dieja dengan 'th'. Jadi untuk melafalkan kata path, ganti saja 'th' dengan 'ts'. Tetapi perlu ditambahkan di sini, bahwa bunyi 'ts' ini tidak sama seperti kita mengucapkan bunyi 't-s', melainkan lebih mirip dengan bunyi 'ts' dalam bahasa Arab.

Nah, untuk membuat diri kita merasa lebih familiar dengan bahasa asing semisal bahasa Inggris ini, penulis blog ini menyarakan agar para blogger yang tertarik mempelajari bahasa-bahasa asing untuk semakin melatih diri dalam hal pronunciation ini. Caranya sederhana saja, tetapi kita melatihnya secara sungguh-sungguh tiap ada kesempatan. Coba mencatat kata-kata apa saja yang masih terasa asing di telinga kita, lalu dengarkan baik-baik bagaimana membunyikan atau menyuarakannya. Pada tiap kesempatan, cobalah untuk melatih pelafalannya dengan cara yang baik dan benar itu. Insya Allah hal ini akan membantu meningkatkan kemampuan berbahasa kita.

Kata-Kata Berawalan Huruf Langka

Berikut adalah daftar sejumlah kata-kata bahasa Inggris yang diawali dengan huruf-huruf K, Qu, X, Y, dan Z, yang penulis blog ambilkan dari Webster's New World Thesaurus keluaran tahun 90-an.

Huruf-huruf ini penulis blog sebut sebagai huruf langka dikarenakan, berdasarkan pengalaman belajar bahasa Internasional itu, seringkali penulis blog dibuat linglung jika dihadapkan pada pertanyaan seperti ini: kata dalam bahasa Inggris yang diawali dengan huruf K adalah? Huruf Qu? Dan seterusnya. Kenyataan seperti yang dialami penulis blog ini akan semakin terasa ketika mencoba memainkan game-game word dari MyplayCity, Game House, Pop Cap, dan sejenisnya itu. (Apakah para blogger pernah mencoba memainan game-game word semacam itu? Cobalah, dan rasakan pengalaman yang sama seperti yang penulis blog alami!) Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk membuka-buka lagi perbendaharaan material bahasa Inggris yang penulis blog miliki, dengan harapan bisa semakin meningkatkan kemampuan berbahasa asing penulis blog sendiri disamping nantinya bisa untuk saling berbagi dengan para blogger lainnya di dunia maya ini.

Huruf K: keen, keep, keg, kept, kernel, key, kick, kid, kill, kin, kind, king, kink, kiss, kit, kite, knee, knife, knit, knob, knock, know, kook, kudos

Huruf Qu: quack, quaff, qualm. quake, quart, quasi, queen, queer, quest, quick, quiet, quilt, quip, quirk, quit, quite, quiz, quota

Huruf X: xmas

Huruf Y: yacht, yank, yap, yard, tarn, yawn, yes, year, yearn, yell, yellow, yelp, yen, yet, yield, yogi, yokel, yolk, you, young, youth, yule

Huruf Z: zeal, zero, zest, sip, zone, zoo, zoom

Tidak atau kurang lengkap? Memang sengaja penulis blog tidak mencantumkan semuanya karena mencoba menyesuaikan dengan situasi dalam permainan game-game word itu sendiri, di mana biasanya jarang sekali kata-kata yang panjang bisa dirangkai.

Selain itu huruf X juga cuma satu saja yang penulis blog dapat. Sedangkan terjemahannya juga tidak penulis blog cantumkan dikarenakan penulis blog hanya bermaksud mengkoleksi saja dan bukannya hendak menyusun sebuah kamus.

Demikianlah, jika ada di antara para blogger yang merasa kurang puas, bisa menambahkannya sendiri dengan kata-kata lainnya.

Humanity is in Peril

Bagi para blogger yang pernah memainkan game Warcraft III: Reign of Chaos, kalimat seperti yang tersebut pada judul tulisan ini pasti tidak akan terasa asing lagi. Kalau boleh menerjemahkannya secara bebas kira-kira artinya kemanusiaan dalam bahaya. Entah terjemahan ini sudah tepat atau tidak, serta apa yang dimaksud dengan kemanusiaan dalam bahaya itu, bukan itu tujuan dari penulisan ini.

Memang akhir-akhir ini game, terutama game online, tengah mewabah di kalangan generasi jaman sekarang ini. Apa yang membuat generasi muda kita itu begitu tergila-gilanya dengan dunia game ini? Berdasarkan pengamatan penulis blog ini,setidaknya ada dua hal utama yang membuat game itu memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi sekarang ini.

Yang pertama adalah adanya teknologi grafis yang telah mampu memvisualisasikan sebuah 'dunia lain' dari dunia nyata. Ya, meskipun sebenarnya itu semua bukanlah sebuah kenyataan yang sebenarnya. Kalau kita perhatikan game seperti Warcraft misalnya, kita tidak melihat karakternya, kecuali saat mode cinematic, seperti sosok yang mendekati nyata seperti di Final Fantasy ataupun di Winning Eleven. Tetapi dunia di mana para Orc dan Human serta  mahluk yang lain tinggal itu memang memiliki daya tarik tersendiri dimana ketika kita mencoba memasuki dunianya itu kita serasa dibawa di suatu 'alam lain' dari dunia kita yang nyata. Yang pernah memainkan Warcraft pasti masih ingat bagaimana suasana pedesaan yang mendamaikan hati saat berada di Hearthglenn. Atau tentang bagaimana keadaan alam di Kalimdor. Inilah daya tarik dari bermain game yang pertama.

Yang keduanya, adalah tantangan kemanusiaannya, seperti tersirat dalam judul tulisan ini. Dalam game Warcraft misalnya, ada dua sumber daya utama dalam membangun sebuah basis militer yang kuat, yaitu gold and lumber, ditambah dengan ketersediaan pangan yang diistilahkan dengan upkeep. Nah, bila kita menghendaki sebuah basis militer yang benar-benar tangguh, bukankah kita harus bekerja keras menyediakan tigal hal tersebut? Ya, kerja keras, itulah tantangan kemanusiaannya! Termasuk bagaimana cara bisa memenangkan peperangan demi peperangan. Istilah yang lebih kerennya lagi adalah kemanusiaan kita ditantang untuk memecahkan masalah bagaimana caranya agar tetap bisa survive di dunianya Warcraft itu!

Yang ketiganya? Apabila di antara para blogger menemukan ada yang ketiga, silakan menambahkannya sendiri.